DI BLOG MATA KULIAH KEPERAWATAN JIWA II
KELOMPOK 2

Staf Pengajar Bagian Keperawatan Jiwa FIK UNPAD

Staf Pengajar Bagian Keperawatan Jiwa FIK UNPAD
Ibu Efri, Ibu Tati, Pak Iyus, Ibu Suryani, Ibu Imas dan Ibu Aat

About Me

Foto saya
Merupakan Kelompok dari Mata Kuliah Kep.Jiwa 2 Terdiri dari: Ramdani, Ratih Puji Lestari, Dessi Yuliani, Anggi Megawati, Ingrit Ratna Furi, Rizky Yeni, Dwiana Wima

TEMA BLOG KAMI

GANGGUAN ORIENTASI REALITA DAN SKIZOFRENIA
SERTA GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL


KLIEN DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI

Klien Nn. B, 24 tahun, anak ke-4 dari 7 bersaudara (3 orang adik lain ibu), dari tiga keluarga Bpk. A (almarhum) dan Ibu I (almarhum), bertempat tinggal di Jakarta Barat. Klien masuk rumah sakit tanggal 14 Maret 1996, dirawat untuk yang ketiga kalinya dengan keluhan utama klien sering merobek-robek bajunya, telanjang, dan ingin lari dari rumah. Sejak kecil, klien dianggap mengalami gangguan jiwa, dianggap bodoh sehingga klien tidak disekolahkan. Diumah selalu dikucilkan dan tidak pernah diajak berkomunikasi, tidak mempunyai teman dekat, tidak ada anggota keluarga yang dianggap teman dekat klien. Akibatnya, klien sering menyendiri, melamun, dan mengatakan bahwa ada suara yang menyuruh pergi. Karena klien tidak mau pergi, sebagai gantinya klien disuruh merobek-robek bajunya dan menggores-gores tubuhnya dengan silet.
Keluarga merasa tidak mampu untuk merawat dan akhirnya membawa klien ke rumah sakit jiwa (RSJ) dengan alasan mau diajak nonton film. Selama di RSJ, ibu tiri klien tidak pernah menjenguk dan kadang kala kakak kandung klien datang ke RSJ untuk membawakan pakaian serta membayar biaya obat-obatan, tetapi kakaknya tidak mengakui klien sebagai adiknya. Dari hasil observasi didapat data tentang klien, yaitu rambut kotor dan bau, banyak kutu, wajah lusuh, tatapan mata kosong, gigi kuning, banyak kotoran, tercium bau yang tidak enak, telinga kotor, kulit kotor banyak daki, kuku panjang dan kotor, tidak memakai alas kaki. Klien mengatakan malas mandi. Gaya bicara klien hati-hati, bicara apabila ditanya, jawaban singkat. Klien sering duduk sendiri dan banyak tidur.

Masalah Keperawatan
Masalah keperawatan untuk kasus diatas adalah
1. Isolasi sosial : menarik diri;
2. Gangguan sensori/persepsi: halusinasi pendengaran;
3. Risiko perilaku kekerasan terhadap diri sendiri;
4. Gangguan konsep diri: harga diri rendah kronis;
5. Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik;
6. Defisit perawatan diri: mandi dan berhias;
7. ketidakefektifan koping keluarga: ketidakmampuan keluarga merawat klien di rumah;
8. Gangguan pemeliharaan kesehatan.


Diagnosis Keperawatan
Diagnosis keperawatan dari pohon masalah pada gambar diatas adalah sebagai berikut :
1. Risiko Perilaku Kekerasan terhadap Diri Sendiri berhubungan dengan halusinasi pendengaran.
2. Gangguan Sensori/Persepsi: Halusinasi Pendengaran berhubungan dengan menarik diri.
3. Isolasi Sosial: Menarik Diri berhubungan dengan harga diri rendah kronis.
4. Gangguan Pemeliharaan Kesehatan berhubungan dengan defisit persawatan diri: mandi dan berhias.
5. Ketidakefektifan Penatalaksanaan Program Terapeutik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat klien di rumah.


DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Resiko gangguan sensori/persepsi halusinasi berhubungan dengan menarik diri
TUM
Klien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi
TUK:
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
KRITERIA EVALUASI
Ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.
INTERVENSI
Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
a. Sapa klien dengan nama baik verbal maupun nonverbal
b. Perkenalkan diri dengan sopan
c. Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien
d. Jelaskan tujuan pertemuan
e. Jujur dan menepati janji
f. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
g. Berikan perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien

2. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri
KRITERIA EVALUASI
Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri yang berasal dari :
· Diri sendiri
· Orang lain
· Lingkungan
INTERVENSI
· Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tandanya
a. ” Di rumah, Ibu tinggal dengan siapa”
b. ”Siapa yang paling dekat dengan Ibu”
c. ”Apa yang membuat Ibu dekat dengannya”
d. ”Dengan siapa Ibu tidak dekat”
e. ”Apa yang membuat Ibu tidak dekat”
· Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan yang menyebabkan klien tidak mau bergaul
· Berikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya

3. Klien dapat menyebutkan keuntungan berinteraksidengan orang lain dan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
KRITERIA EVALUASI
3.1. Klien dapat menyebutkan keuntungan berinteraksi dengan orang lain
Misalnya:
· Banyak teman
· Tidak sendiri
· Bisa diskusi, dll
INTERVENSI
3.1.1. Kaji pengetahuan klien tentang keuntungan memiliki teman
3.1.2. Beri kesempatan kepada klien untuk berinteraksi dengan orang lain
3.1.3. Diskusikan bersama klien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain
3.1.4. Beri penguatan positif terhadap kemampuan mengungkapakan perasaan tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain
KRITERIA EVALUASI
3.2.Klien dapat menyebutkan kerugian bila tidak berinteraksi dengan orang lain
INTERVENSI
3.2.1. Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berinteraksi dengan orang lain
3.2.2. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang kerugian bila tidak berinteraksi dengan orang lain
3.2.3. Diskusikan bersama klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
3.2.4. beri penguatan positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain

4. Klien dapat melaksanakan interaksi sosial secara bertahap
KRITERIA EVALUASI
Klien dapat mendemonstrasikan interaksi sosial secara bertahap antara :
· Klien-perawat
· Klien-perawat-perawat lain
· Klien-perawat-perawat lain-klien lain
· Klien-keluarga-/kelompok/masyarakat
INTERVENSI
4.1.1 kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain
4.1.2. Bermain peran tentang cara berhubungan/berinteraksi dengan orang lain
4.1.3. dorong dan bantu klien untuk berinteraksi dengan orang lain melalui tahap :
· Klien-perawat
· Klien-perawat-perawat lain
· Klien-perawat-perawat lain-klien lain
· Klien-keluarga-/kelompok/masyarakat
4.1.4.Beri penguatan positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai
4.1.5. Bantu klien untuk mengevaluasi keuntungan menjalin hubungan sosial
4.1.6. Diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu, yaitu berinteraksi dengan orang lain
4.1.7. Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan
4.1.8. Beri penguatan positif atas kegiatan klien dalam kegiatan ruangan

5. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berinteraksi dengan orang lain
KRITERIA EVALUASI
Klien dapat mengungkapkan perasaanya setelah berinteraksi dengan orang lain untuk :
· Diri sendiri
· Orang lain
INTERVENSI
5.1.1. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berinteraksi dengan orang lain
5.1.2. Diskusikan dengan klien tentang perasaan keuntungan berinteraksi dengan orang lain
5.1.3. Beri penguatan positif atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan keuntungan berinteraksi dengan orang lain

6. Klien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga
KRITERIA EVALUASI
. Keluarga dapat :
· Menjelaskan perasaannya
· Menjelaskan cara merawat klien menarik diri
· Mendemonstrasikan cara perawatan klien menarik diri
· Berpartisipasi dalam perawatan klien menarik diri
INTERVENSI
6..1.1. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga :
· Salam, perkenalan diri
· Jelaskan tujuan
· Buat kontrak
· Eksplorasi perasaan klien
6.1.2. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :
· Perilaku menarik diri
· Penyebab perilaku menarik diir
· Akibat yang terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi
· Cara keluarga menghadapi klien menarik diri
6.1.3. Dorong anggota keluarga untuk memberi dukungan kepada klien dalam berkomunikasi dengan orang lain
6.1.4. Anjurkan anggota keluarga untuk secara rutin bergantian menjenguk klien minimal satu kali seminggu
6.1.5. Beri penguatan positif atas hal-hal ang telah dicapai oleh keluarga

3 komentar:

Penyakit Balita, Bayi dan Anak-anak. mengatakan...

Thanks atas materinya. Lain waktu boleh dong saya numpang baca lagi. Dari Ners Moershaell di Palembang City.

keperawatan jiwa mengatakan...

Ok selamat atas kreativitas anda be a leader

M. Mursal, S. Kep. mengatakan...

Assalamulaikum Wrwb.
Rekan2 Perawat di UNPAD. Hanya memberikan informasi, blog saya yang penyakit balita, bayi dan anak2 sudah didelete. Harap maklum, masih belajar nge-blog. Tetapi saya punya blog baru yang Insya Allah akan terpelihara dengan baik. Mohon sumbang saran untuk perkembangannya blog tersebut. Terima kasih untuk semua rekan di UNPAD.
Wassalamualaikum wrwb.

schizophrenia treatment

REFERENSI


Keliat, Budi Anna, dkk. 2006. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC
Maslim, Rusdi. 1998. Buku saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. Jakarta
Stuart, Gail W.2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 5. Jakarta: EGC
Yosep, Iyus. 2007. Keperawatan Jiwa. Bandung : Refika Aditama
Isaac, A. Alih bahasa : Rahayunigsih, D. P. 2005. Keperawatan Kesehatan Jiwa dan Psikiatrik. Edisi 3. Jakarta. EGC

www.perawatjiwaunpad.blogspot.com